Minggu, 17 Juni 2012

kebutuhan Manusia Terhadap Agama

a.    Pengertian Agama
Dalam masyarakat Indonesia selain dari kata agama dikenal pula kata din ( ) dari bahasa Arab dan dari kata religi dari bahasa Eropa.
» agama
♥Ada pendapat yang menyatakan bahwa agama berarti teks atau  kitab suci. Dan agama-agam memang mempunyai kitab-kitab suci.
♥ selanjutnya dikatakan lagi bahwa agam berarti tuntutan. Memang agama mengandung ajaran-ajaran yang menjadi tuntunan hidup bagi penganutnya. Din dalam bahasa semik berarti undang-undang atau hukum, dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, hutang, balasan, kebiasaan. ♥Agama lebih lanjut lagi membawa kewajiban-kewajiban yang kalau tidak dijalankan oleh seseorang menjadi hutang baginya. Paham kewajiban dan kepatuhan membawa pula kepada paham batasan baik dari Tuhan, yang tidak menjalankan kewajiban dan tidak patuh akan mendapat balasan yang tidak baik.
» Religi
♥kata religi berasa dari bahasa latin menurut satu pendapat demikian Harun Nasution mengatakan, bahwa asal kata religi adalah relegre yang mengandung arti mengumpulkan dan membaca. Pengertian demikian itu juga sejarah dengan isi agama yang mengandung kumpulan cara-cara mengabdi kepada Tuhan yang berkumpul dalam kitab suci yang harus dibaca.
♥ Tetapi menurut pendapat lain, kata itu berasal dari kata religere yang berarti mengikat ajaran-ajaran agama memang mengikat manusia dengan Tuhan.
b.    Latar Belakang Perlunya Manusia Terhadap Agama
Sekurang-kurangnya ada empat alasan yang melatarbelakangi perlunya manusia terhadap agama. Keempat alasan  tersebut akan saya paparkan di bawah ini:

1.    Latar Belakang FitrahManusia
Dalam bukunya berjudul Persepektif Manusia Dan Agama, murthada muthahari mengatakan, bahwa disaat berbicara tentang para nabi, imam ali as. Menyebutkan bahwa mereka diutus untuk mengingatkan manusia kepada perjanjian yang telah terikat oleh fitrah mereka, yang kelak mereka akan dituntut untuk memenuhinya. Perjanjian  itu tidak terrcatat di atas kertas, tidak pula di ucapkan oleh lidah, melainkan terukir dengan pena ciptaan Allah dipermukaan kalbu dan lubuk fitrah manusia, dan di atas permukaan hati nurani serta dikedalaman perasaan batiniah.
Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrahkeagamaan tersebut buat pertama kali ditegaskan dalam ajaran  islam, yakni bahwa agama adalah kebutuhan ftrah manusia. Sebelimnya manusia belum mengenal kenyataan ini, baru di masa-masa akhir ini muncul beberapa orang yang menyerukan dan mempopulerkannya. Fitrah keagamaan yang ada pada manusia inilah yang melatarbelakangi perlunya manusia pada agama. Tuhan yang menyeru manusia untuk beragama maka seruan tersebut memang amat sejalan dngan fitrahnya itudalam konteks ini kita bisa merajuk pada Alquran yang berbunyi:
“ Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama Allah, tetaplah pada fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dengan fitrah itu (QS. Al-ruum, 30;30)
Latar belakang perluanya manusia pada agama adalah karena dalam diri manusia sudah terdapat potensi beragama. Potensi beragama ini memerlukan pembnaan , penarahan, pengembangan, dan seterusnya dengan cara mengenalkan agama kepadanya.
2.    Kelemahan dan kekurangan manusia
Faktor lainnya yang melatarbelakangi manusia memerlukan agama adalah karena disamping manusia memeiliki berbagai kesempurnaan juga memiliki kekurangan.
Hal ini antara lain diungkapkan oleh kata al-nafs. menurut quraish shihab, bahwa dalam pandangan alquran, nafs diciptakan Allah dalam keadaan sempurna yang befungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan. Dan karena itu sisi dalam manusia inilah yang oleh alquran dianjurkan untuk diberi perhatian lebih besar. Kita misalnya membaca ayat yang berbunyi,
“demi nafs serta penyempurnaan ciptaan, Allah mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketaqwaan. (QS Al-syam, 91:7-8)
3.    Tantangan  Manusia
Faktor lain yang menyebabkan manusia memrlukan agama  adalah karena manusia dalam kehidupannya senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam ataupun dari luar. Tantangan dari dalam dapat berupa doronagan hawa nafsu dan bisikan syetan ( lihat QS 12:5; 17:53). Sedangkan tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang dilakukan manusia yang scara sengaja berupaya ingin memalingkan manusia dari Tuhan. Mereka dengan rela mengeluarkan biaya, tenaga dan fikiran yang dimanisfestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang di dalamnya mengandung misi menjauhkan manusia dari Tuhan. Kita misalnya membaca ayat yang berbunyi,
“sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah”. (QS Al-anfal, 8:36)
Orang-orang kafir itu sengaja mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mereka gunakan agar orang mengikuti keinginannya. Berbagai bentuk budaya, hiburan, obat-obat terlarang dan lain sebagainya dibuat dengan sengaja. Unyuk  itu, upaya mengatasi dan membentengi manusia adalah dengan mengajar mereka agar taat menjalankan agama. Godaan dan tatangan hidup demikian itu, saat ini semakin meningkat, sehingga upaya mengagamakan menjadi penting.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar